![]() |
| HINDARILAH 5 Makanan Dan Minuman Ini Ketika Sahur Dan Berbuka Puasa |
MEMAKAN makanan yang tepat saat berbuka dan sahur menjadi salah satu aspek penting penunjang kelancaran ibadah puasa Anda.
“Berpuasa memungkinkan tubuh mengalami detoksifikasi atau pembuangan
zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. Namun manfaat berpuasa
tidak akan maksimal jika asupan makanan saat sahur, berbuka dan malam
tidak diperhatikan,” kata konsultan gizi Rita Ramayulis di Jakarta,
Senin (15/5/2017).
Berikut lima makanan dan minuman yang perlu Anda hindari kala berbuka puasa dan sahur:
1. Berbuka dengan makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng memperberat kerja organ pencernaan tubuh,
akibatnya tubuh mudah lelah. “Saat berpuasa organ tubuh mau detoks,
kerja ringan. Konsumsi gorengan (makanan yang digoreng), dicerna dengan
enzim lipase di mulut, enggak selesai lalu ke lambung, ke usus halus,
berat kerjanya. Makanya sebaiknya konsumsi makanan yang digoreng pindah
saat makan malam,” tutur Rita.
2. Berbuka puasa dan sahur dengan minuman yang hanya mengandung sukrosa semisal teh manis.
Saat berbuka puasa kita perlu segera menaikkan kadar gula darah hingga
menjadi stabil. Sukrosa saja tak cukup, namun diperlukan juga glukosa
dan fruktosa.
Konsumsi kurma sangat disarankan karena kandungan glukosa, fruktosa dan
sukrosanya. Di samping itu kurma juga kaya serat, kalium, potassium dan
vitamin A. Selain itu, jus mangga, pisang dan pepaya juga bisa menjadi
pilihan Anda.
3. Sahur dengan total lemak tinggi
“Saat sahur, penuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Pilih makanan yang
bisa dicerna lebih lambat dan bertahap. Pilihlah makanan yang mengandung
protein rendah lemak agar tubuh tak mudah lelah,” kata Rita. Makanan
tinggi lemak antara lain makanan yang digoreng.
4. Berbuka puasa dan sahur dengan makanan yang merangsang asam lambung.
Misalnya makanan yang terlalu pedas, asam, terlalu manis dan mengandung
kafein.
5. Berbuka puasa dan sahur dengan makanan yang mengandung gas seperti nangka, kol, durian dan minuman berkarbonasi.
Rita mengingatkan saat berpuasa, meskipun kegiatan tetap seperti hari
biasanya, namun kebutuhan energi menjadi lebih sedikit. Tubuh akan
beradaptasi di mana penggunaan energi untuk tubuh bekerja menurun.
Karena perubahan itu, maka konsumsi makanan perlu diatur tetap seimbang
antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah dan serat sesuai dengan
kebutuhan kalori masing-masing.
“Selain itu hindari makanan dengan kalori tinggi, dan menyebabkan
dehidrasi, karena akan menganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi,”
pungkas Rita.
Sumber: Antara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar