Tampilkan postingan dengan label NASIHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIHAT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juli 2017

KAPAN TAUBAT? Inilah Bukti KIAMAT Sudah Mendekat, Nunggu APA Lagi? | Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

KAPAN TAUBAT? Inilah Bukti KIAMAT Sudah Mendekat, Nunggu APA Lagi? | Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
KAPAN TAUBAT? Inilah Bukti KIAMAT Sudah Mendekat, Nunggu APA Lagi? | Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

TANDA-TANDA KIAMAT – Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat.

Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.

Karena dia datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datang sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.

Tanda-Tanda Kiamat Kecil Sudah Bermunculan
Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua.

Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:

  • Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق
  • Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء
  • Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف
  • Dan masjid-masjid dibangun megah-megah و زخرفت المساجد
  • Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak و نقضت العهود
  • Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف
  • Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور
  • Dan perzinaan dilakukan terang-terangan و فخش الزنا
  • Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan) و اؤتمن الخائن
  • Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris) و خون الأمين
  • Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan) ظهور القلم
  • Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan تتقارب الأسواق
  • Penumpahan darah dianggap ringan استخفاف بالدم
  • Makan riba أكل الربا

Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini.

Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!”

Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah…

Penghubung Tanda Kiamat Kecil dan Besar
Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam.

Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam.

Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah.

Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.

Kedatangan Imam Mahdi
Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kita pun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi.

Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah)

Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).

Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi.

Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimat thoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat.

Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.

“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)

Kapan Turunnya Nabi Isa?

Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya?

Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.

Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut.

Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.

“Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: “Mari pimpin sholat kami.” Berkata Isa ’alihis-salaam: “Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini.” (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)

Bersiap Mengantisipasi Kedatangan Tanda-tanda Akhir Zaman

Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Aamiin ya Rabb.

Rabu, 31 Mei 2017

Suami Istri WAJIB BACA !! Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?

Suami Istri WAJIB BACA !! Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?
Suami Istri WAJIB BACA !! Apakah Mencium Istri Membatalkan Puasa?

BANYAK orang yang menyatakan sah-sah saja mencium istri di saat puasa, hal itu benar tapi hati-hati karena bisa jadi kebablasan apalagi n4fsu keduanya sama-sama tinggi atau minimal salah satu pasangan yang tinggi n4fsunya.

Imam Nawawi berkata mengenai adanya perselisihan pendapat ulama dalam masalah ini, “Dalam madzhab Syafi’i, dimakruhkan mncumbu istri bagi yang sy4hwatnya tinggi. Selain orang semacam itu tidaklah dimakruhkan. Namun yang lebih baik tidak dilakukan. Namun jika orang yang sekslitasnya tinggi mencium istrinya saat puasa dan tidak membuat m4ni tertumpah, maka puasanya tidak batal.

Ibnul Mundzir berkata bahwa para ulama yang memberi keringanan dalam mncumbu istri adalah Umar bin Al Khottob, Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah, ‘Aisyah, ‘Atho’, Asy Sya’bi, Al Hasan Al Bashri, Ahmad dan Ishaq. Sa’ad bin Abi Waqosh sendiri menganggap tak bermasalah mencumbu istri saat puasa. Namun Ibnu ‘Umar melarang dari hal itu.

Ibnu Mas’ud berpendapat bahwa hendaklah orang yang mencium istrinya untuk mengqadha’ puasanya.

Adapun Imam Malik memakruhkan anak muda maupun yang sudah tua untuk mencumbu istrinya di siang hari puasa. Ada segolongan ulama yang merinci yaitu dibolehkan untuk orang yang sudah berusia senja, tidak bagi pemuda. Ini juga di antaranya yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas.

Ulama lain berpandangan bahwa mencium istri saat puasa dihukumi sebagai pembatal jika sampai keluar m4ni (sperm4). Jika keadaannya seperti itu, puasanya batal dan mesti mengqadha’ di hari lain, namun tidak dikenakan kafarah (denda seperti karena hubungan intim di siang hari Ramadhan).” (Al Majmu’, 6: 257)

Kesimpulan dari Imam Nawawi dalam masalah ini, “Mencium istri saat puasa terlarang bagi yang tinggi sekslitasnya. Sedangkan bagi selainnya tidak terlarang. Namun yang lebih baik untuk ditinggalkan. Di sini tidak dibedakan antara yang tua dan muda. Patokannya dilihat apakah orangnya termasuk yang sekslitasnya tinggi dan mudah tumpahnya m4ni ataukah tidak.”

Imam Nawawi rahimahullah juga menegaskan, “Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa brcumbu atau mencium istri tidak membatalkan puasa selama tidak keluar m4ni”. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7: 215).




Sumber: rumaysho

Senin, 29 Mei 2017

ASTAGFIRULLAH !! Tradisi Tukar UANG Menjelang Lebaran Sama Dengan BERZINA Bahkan Lebih?

ASTAGFIRULLAH !! Tradisi Tukar UANG Menjelang Lebaran Sama Dengan BERZINA Bahkan Lebih?
ASTAGFIRULLAH !! Tradisi Tukar UANG Menjelang Lebaran Sama Dengan BERZINA Bahkan Lebih?

Telah menjadi tradisi menukar uang dibulan Ramadhan, pecahan 100ribu dengan 10ribu atau 5ribu, dan kebanyakan dengan imbalan. Maka ini menurut syariat bisa disebut riba’. Dan Allah mengingatkan kepada orang yang beriman, agar setiap kali terjadi benturan antara aturan syariat dengan tradisi, mereka harus mengedepankan aturan syariat.

“Demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. an-Nisa: 65).

 Dalam ilmu hukum, kita diajarkan, jika hukum yang lebih rendah bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi, maka hukum yang lebih tinggi harus dikedepankan.

Hukum syariat datang dari Allah, sementara hukum tradisi buatan manusia. Secara usia, di tempat kita, hukum syariat lebih tua, dia ditetapkan 14 abad silam. Sementara tradisi, umumnya datang jauh setelah itu.

Secara hierarki, hukum syariat jauh lebih tinggi. Karena Allah yang menetapkan.
Karena itulah, tradisi yang melanggar syariat, tidak boleh dipertahankan. Sekalipun itu tradisi pribumi.

Tukar-menukar Uang

Dikutip dari konsultasisyariah, bahwa dalam kajian ekonomi islam, kita diperkenalkan dengan istilah barang ribawi (ashnaf ribawiyah).  Dan barang ribawi itu ada 6: emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, dan garam.

Keenam benda ribawi ini disebutkan dalam hadis dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai” (HR. Muslim 4147).

Dalam riwayat lain, Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum ditukar dengan gandum, sya’ir (gandum kasar) ditukar dengan sya’ir, kurma ditukar dengan kurma, dan garam ditukar dengan garam, takaran atau timbangan harus sama dan dibayar tunai. Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Ahmad 11466 & Muslim 4148)

Juga disebutkan dalam riwayat dari Ma’mar bi Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika makanan dibarter dengan makanan maka takarannya harus sama”. Ma’mar mengatakan,
“Makanan pokok kami di masa itu adalah gandum syair” (HR. Muslim 4164).

Berdasarkan hadis di atas,
Dari keenam benda ribawi di atas, ulama sepakat, barang ribawi dibagi 2 kelompok:

 1. Kelompok Pertama
Emas dan Perak. Diqiyaskan dengan kelomok pertama adalah mata uang dan semua alat tukar. Seperti uang kartal di zaman kita.

2. Kelompok  Kedua
Bur, Sya’ir, Kurma, & Garam. Diqiyaskan dengan kelompok kedua adalah semua bahan makanan yang bisa disimpan (al-qut al-muddakhar). Seperti beras, jagung, atau thiwul.

Aturan Baku yang Berlaku
Dari hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ketentuan

Pertama

Jika tukar menukar itu dilakukan untuk barang yang sejenis,
Ada 2 syarat yang harus dipenuhi, wajib sama dan tunai. Misalnya: emas dengan emas, perak dengan perak, rupiah dengan rupiah, atau kurma jenis A dengan kurma jenis B, dst.  dalam hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, harus

takarannya harus sama, ukurannya sama dan dari tangan ke tangan (tunai).
Dan jika dalam transaksi itu ada kelebihan, statusnya riba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

“Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.”

Kedua

Jika barter dilakukan antar barang yang berbeda, namun masih satu kelompok, syaratnya satu: wajib tunai. Misal: Emas dengan perak. Boleh beda berat, tapi wajib tunai. Termasuk rupiah dengan dolar. Sama-sama mata uang, tapi beda nilainya. Boleh dilakukan tapi harus tunai.
Dalam hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

“Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai”
Terdapat kaidah,

Apabila barang ribawi ditukar dengan yang sejenis, wajib sama dan tunai. Dan jika ditukar dengan yang tidak sejenis, wajib tunai.
 

Ketiga

Jika barter dilakukan untuk benda yang beda kelompok. Tidak ada aturan khusus untuk ini. Sehingga boleh tidak sama dan boleh tidak tunai. Misalnya, jual beli beras dengan dibayar uang atau jual beli garam dibayar dengan uang. Semua boleh terhutang selama saling ridha.

Tukar Menukar Uang Receh

Tukar menukar uang receh yang menjadi tradisi di masyarakat kita, dan di situ ada kelebihan, termasuk riba. Rp 100rb ditukar dengan pecahan Rp 5rb, dengan selisih 10rb atau ada tambahannya. Ini termasuk transaksi riba. Karena berarti tidak sama, meskipun dilakukan secara tunai.
Karena rupiah yang ditukar dengan rupiah, tergolong tukar menukar yang sejenis, syaratnya 2: sama nilai dan tunai. Jika ada tambahan, hukumnya riba.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,

“Siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah melakukan transaksi riba. Baik yang mengambil maupun yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.”

Riba tetap Riba, sekalipun Saling Ridha
Bagaimana jika itu dilakukan saling ridha? Bukankah jika saling ridha menjadi diperbolehkan. Karena yang dilarang jika ada yang terpaksa dan tidak saling ridha.

Dalam transaksi haram, sekalipun pelakunya saling ridha dan ikhlas, tidak mengubah hukum. Karena transaksi ini diharamkan bukan semata terkait hak orang lain. Tapi dia diharamkan karena melanggar aturan syariat.
Orang yang melakukan transaksi riba, sekalipun saling ridha, tetap dilarang dan nilainya dosa besar.
Transaksi jual beli khamr atau narkoba, hukumnya haram, sekalipun pelaku transaksi saling ridha.

Bagaimana dengan firman Allah,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan saling ridha di antara kalian.” (QS. an-Nisa: 29)

Jawab:
Ayat ini kita yakini benar. aturannya juga benar. Namun saling ridha yang menjadi syarat halal transaksi yang disebutkan dalam ayat ini, berlaku hanya untuk transaksi yang haram. Seperti jual beli barang dan jasa. Sementara trasaksi haram, seperti riba, tidak berlaku ketentuan saling ridha. Karena semata saling ridha, tidak mengubah hukum.

Bila disebut Sebagai Upah Penukaran Uang
Ada yang beralasan, kelebihan itu sebagai upah karena dia telah menukarkan uang di bank. Dia harus ngantri, harus bawa modal, dst. jadi layak dapat upah.

Jelas ini alasan yang tidak benar. Karena yang terjadi bukan mempekerjakan orang untuk nukar uang di bank, tapi yang terjadi adalah transaksi uang dengan uang. Dan bukan upah penukaran uang. Upah itu ukurannya volume kerja, bukan nominal uang yang ditukar.

Misalnya, Pak Bos meminta Paijo menukarkan sejumlah uang ke bank. Karena tugas ini, Paijo diupah Rp 50 rb. Kita bisa memastikan, baik Pak Bos menyerahkan uang 1 juta untuk ditukar atau 2 juta, atau 3 juta, upah yang diserahkan ke Paijo tetap 50 rb. Karena upah berdasarkan volume kerja Paijo, menukarkan uang ini ke bank dalam sekali waktu.
Sementara kasus tukar menukar ini niainya flat, setiap 100rb, harus ada kelebihan 10rb atau 5rb. Ini transaksi riba, dan bukan upah.

Sayangi Pahala Puasa Anda
Riba termasuk salah satu dosa besar. Bahkan salah satu dosa yang diancam dengan perang oleh Allah.

Jika kalian tidak meninggalkan riba, maka umumkan untuk berperang dengan Allah dan Rasul-Nya (al-Baqarah: 279)
Ibnu Abbas menjelaskan ayat ini,

Besok di hari kiamat para pemakan riba akan dipanggil, “Ambil senjatamu, untuk perang!” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/716)
Dalam hadis, dosa riba disetarakan seperti berzina dengan ibunya
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Riba itu ada 73 pintu. Pintu riba yang paling ringan, seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibunya. (HR. Hakim 2259 dan dishahihkan ad-Dzahabi).
 
Karena itulah, para salaf menyebut dosa riba lebih parah dari pada zina,
Ada pernyataan Ka’ab al-Ahbar,

Satu dirham riba yang dimakan seseorang, sementara dia tahu, lebih buruk dari pada 36 kali berzina. (HR. Ahmad 21957, dan ad-Daruquthni 2880)

Sementara dosa dan maksiat adalah sumber terbesar kegagalan puasa manusia. Dosa merupakan sebab pahala yang kita miliki berguguran. Ketika ramadhan kita penuh dengan dosa, puasa kita menjadi sangat tidak bermutu. Bahkan sampai Allah tidak butuh dengan ibadah puasa yang kita kerjakan.

Semacam inilah yang pernah diingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis shahih riwayat Bukhari dan yang lainnya, dari sahabat Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, dan semua perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh dengan amalnya (berupa) meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya).” (HR. Bukhari 1903)
Ketika ada orang yang berzina di malam ramadhan, apa yang bisa dibayangkan dengan nasib puasanya?
Bisa jadi hilang semua pahalanya.

Apa yang bisa anda bayangkan, ketika orang melakukan transaksi riba, yang dosanya lebih berat dari pada zina, dilakukan terang-terangan di siang bolong ramadhan? Astagfirullah.

Minggu, 28 Mei 2017

Baik Buruknya Istri Itu Tergantung Suami, BENARKAH?

Baik Buruknya Istri Itu Tergantung Suami, BENARKAH?
Baik Buruknya Istri Itu Tergantung Suami, BENARKAH?

Wahai suami semenjak ijab qobul kau ucapkan, dia yang kamu minta dari orangtuanya sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabmu. Dan sebagai pemimpin Engkau harus bisa mendidik yang kau pimpin menjadi lebih baik.

Dari Ibnu Umar dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda: ‘Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam yang memimpin manusia adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.

Seorang suami adalah pemimpin dalam mengurusi ahli keluarganya. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Seorang isteri adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab alas keluarganya. Seorang hamba adalah pemimpin dalam mengurus harta tuannya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam mengurusi harta ayahnya, ia bertanggung jawab atas peliharaannya. Jadi setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap kamu harus bertanggung jawab alas yang dipimpinnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Istri Bisa Cantik Bila Suami Berikan Jatah Untuk Berhias

Hai para suami, menafkahi istri itu hukumnya wajib. Bedakan menafkahi dan memberikan uang jajan.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An Nisa: 34).

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

“wajib bagi kalian (para suami) memberikan rizki (makanan) dan pakaian dengan ma’ruf kepada mereka (para istri)” (HR. Muslim 1218).

Rasulullah menganjurkan tak hanya memberikan kebutuhan pokok, tetapi juga pakaian sebagai acecories untuk menunjang kecantikan istri.

Istri Bisa Baik Bila Suami Mengajarkan Budi Pekerti

Sebagaimana firman Allah,
"Berilah peringatan kepada karib kerabatmu yang terdekat." (AQ. Asy-Syu'ara: 214).

Ayat ini menjelaskan bahwa suami wajib mengajarkan budi pekerti yang baik kepada sana saudara, apalagi istrinya. Jika salah maka berilah peringatan dan luruskan.

Istri Bisa Pintar Bila Suami Mengajarkan Ilmu yang Baik

Jangan hanya menuntut istri agar mengerti semua keinginanmu, apalagi membantumu untuk mencari nafkah. Sedangkan engkau tak pernah mengajarinya. Istrimu akan pandai jika engkau mengajarinya ilmu yang manfaat. Karena tidak semua wanita cerdas sebelum menikah.

Istri Jadi Sholeha Bila Suami Mengajarkan Agama yang Baik

Allah berfirman dalam surat Thaha dan At Tahrim sebagai berikut,

“Perintahkanlah keluargamu agar melakukan sholat.” (Thaha:132)

‘Hai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu dan ahli keluargamu dari api Neraka.” (At Tahrim : 6)

Kedua ayat diatas, sangat jelas tidak bisa dibantah lagi. Menjadi kewajiban suami membimbing istrinya menjadi wanita yang sholehah.

Jadi para suami jangan mengelak lagi, baik buruknya istri itu menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya.

BAHAYA !! Saat SAHUR Jangan Menyantap 4 JENIS Makanan ini

 
BAHAYA !! Saat SAHUR Jangan Menyantap 4 JENIS Makanan ini
BAHAYA !! Saat SAHUR Jangan Menyantap 4 JENIS Makanan ini
Agar puasa kita bisa penuh sehari, maka jangan lupakan sahur. Selain agar kita bisa puasa penuh, sahur juga merupakan sunnah Rasulullah dan terdapat pahala didalamnya.

Saat sahur, kita harus benar-benar memilih makanan yang tepat. Karena salah memilih makanan, bisa mempengaruhi kualitas puasa kita selama sehari. Untuk itu, hindari 4 jenis makanan berikut saat sahur.

1. Makanan Bersantan

Makanan bersantan bisa memunculkan risiko berbagai penyakit pembuluh darah, semisal stroke, jantung koroner, asam urat. Terlebih jika makanan bersantan yang dimakan merupakan sisa makanan semalam untuk alasan praktis. Selain itu, makanan mengandung santan juga berpotensi meningkatkan kolesterol dalam darah.

Hal ini diungkapkan  dr. Arieska Ann Soenarta dari Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Menurutnya kolesterol yang berlebihan akan memicu penyempitan pembuluh darah dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri dada. Bila ini berlanjut maka akan berdampak pada   kematian jaringan otot jantung, hingga stroke bila sumbatan ini menyerang pembuluh darah otak.

2. Gorengan

Gorengan menjadi salah satu makanan yang menggiurkan saat santap sahur. Akan tetapi, meski enak dan murah, menu yang satu ini harus dihindari. Sebenarnya minyak sayur tidak berbahaya, namun penggunaannya yang dipanaskan dulu serta pemakaiannya yang berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

3. Makanan Pedas

Rasa pedas pada makanan memang membuat kita berselera untuk menyantap makan sahur. Tapi tunggu dulu, makanan ini berpotensi menyebabkan asam lambung yang bisa membuat anda menderita seharian.  Dalam jangka waktu lama, makanan jenis ini bisa menyebabkan lambung menjadi rapuh dan rentan terhadap luka. Ada baiknya anda menghindari makanan ini untuk kenyamanan ibadah anda.

4. Makanan Mengandung Asam

Makanan asam juga tidak disarankan sebagai menu saat sahur, Makanan jenis ini menjadi pemicu asam lambung tinggi dan sulit dicerna.  Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit maag sehingga menggangu aktivitas ibdah anda. Beberapa contoh makanan mengandung asam adalah tomat, jeruk dan buah-buahan lain yang terasa asam.

Sedikit tips, jangan melupakan asupan nutrisi dari buah dan sayur juga. Makanan diatas boleh saja dimakan akan sedikit, tapi lebih baik untuk dihindari.

Sabtu, 27 Mei 2017

10 Hari Pertama Ramadhan, YUK Panjatkanlah Doa-doa Ini

10 Hari Pertama Ramadhan, YUK Panjatkanlah Doa-doa Ini
10 Hari Pertama Ramadhan, YUK Panjatkanlah Doa-doa Ini

Saudaraku,

 TAK terasa bulan Ramadhan akan segera menyapa. Tentu, momentum yang mulia ini tak ingin kita lewatkan begitu saja bukan? Terlebih, Ramadhan itu waktu yang paling baik untuk bermunajat dan berdoa pada Allah SWT.

Saudaraku,

Ada banyak doa yang kita lantunkan sejak hari pertama hingga hari kesepuluh bulan Ramadhan.

Namun, jika kita lupa untuk berdoa kepada Allah SWT, maka tak ada ruginya kita membaca doa-doa tersebut di hari kesepuluh bulan Ramadhan ini.

Beginilah doa di hari pertama:

“Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.”

Beginilah doa hari kedua:

“Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Beginilah doa hari ketiga:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.”

Beginilah doa hari keempat:

“Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.”

Beginilah doa hari kelima:

“Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.”

Beginilah doa hari keenam:

“Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.”

Beginilah doa hari ketujuh:

“Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.”

Beginilah doa hari kedelapan:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.”

Beginilah doa hari kesembilan:

“Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.”

Beginilah doa hari kesepuluh:

“Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.”

Sumber : islampos

Minggu, 21 Mei 2017

CINTA Anak Istri Adalah IBADAH, Mencukupi Keperluannya Adalah SEDEKAH... Benarkah ?

CINTA Anak Istri Adalah IBADAH, Mencukupi Keperluannya Adalah SEDEKAH... Benarkah ?
CINTA Anak Istri Adalah IBADAH, Mencukupi Keperluannya Adalah SEDEKAH... Benarkah ?

Kehadiran seorang isteri bagi lelaki yang baru menikah tentulah menjadi anugerah. Bukankah Adam merasa kesepian sebelum hadirnya Hawa ditengah kenikmatan surga yang dirasa. Pun, kehadiran anak bagi pasangan yang telah menikah, juga menjadi harapan.

Harapan tentang berlanjutnya siklus kehidupan dengan mewujudnya keturunan. Harapan tentang masa depan anak yang cemerlang. Harapan tentang misi peradaban. Semua menjadi satu dalam kehidupan yang dijalani, kehidupan berumah tangga.

Mencintai meraka adalah ibadah. Mencukupkan keperluan mereka adalah sedekah. Amanah yang musti dijaga, selalu sepanjang masa.

Karena yang saat ini sedang bersama, bisa menjadi tiada. Semuanya akan pergi, pada saatnya.

Cobalah tatap pasangan kita dalam lelapnya. Cobalah sesekali meranapi gurat wajah penuh kepolosan anak kita dalam nyenyaknya. Pada mereka ada peluang ibadah yang terbuka lebar. Ibadah diatas ibadah.

Teringat akan pesan mulia dari lisan sebaik manusia, “Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim).

Terenyuh, bila kita menjadikan Rasul sebagai tauladan, “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).

Isterimu yang tetap setia menemani hari-harimu. Anak-anak dengan semua kepolosan mereka. Lanjutkan dengan muhasabah diri. Sudahkah diri ini menjadi imam terbaik untuk mereka? Bagaimana pertanggungjawabanku kelak di mahkamah-Nya? Adakah kami akan bersama di kehidupan berikutnya, di surga-Nya?

Tidakkah muncul rasa risau ketika tahu bahwa nanti suami bisa menjadi musuh bagi isteri. Isteri menjadi musuh bagi suami. Orangtua menjadi musuh bagi anak-anaknya?

Maka berdoalah dengan doa yang ditentukan,

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74).

Meng-azamkan dalam hati, menjadi pribadi terbaik dari hari ke hari. Bertakwa, dekat dengan Sang Pencipta. Harapnya, ketakwaan itu pun menular kepada mereka, orang-orang terkasih.

Tidakkah janji ini menjadi menarik, “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Al-Thur: 21)

Dikutip dari Ummi, maka cukuplah menjadi pengingat, pesan Fauzhil Adhim dalam goresannya, supaya bersama tidak hanya didunia, tapi juga bersama ke surga-Nya, “cintailah anakmu untuk selamanya! Bukan hanya untuk hidupnya di dunia. Cintai mereka sepenuh hati untuk suatu masa ketika tak ada sedikitpun pertolongan yang dapat kita harap kecuali pertolongan Allah Ta’ala. Cintai mereka dengan penuh pengharapan agar tak sekedar bersama saat dunia, lebih dari itu dapat berkumpul bersama di surga. Cintai mereka seraya berusaha mengantarkan mereka meraih kejayaan, bukan hanya untuk karirnya di dunia yang sesaat. Lebih dari itu untuk kejayaannya di masa yang jauh lebih panjang, masa yang tak bertepi.”

Semoga kita dapat menjadi imam yang baik untuk anak-anak dan isteri kita. Aamiin.  

Hey MUSLIMAH, Perbuatan ini di LAKNAT ALLAH SWT, Tapi Banyak WANITA yang Menganggap SEPELE dan Rajin Melakukannya

Hey MUSLIMAH, Perbuatan ini di LAKNAT ALLAH SWT, Tapi Banyak WANITA yang Menganggap SEPELE dan Rajin Melakukannya
Hey MUSLIMAH, Perbuatan ini di LAKNAT ALLAH SWT, Tapi Banyak WANITA yang Menganggap SEPELE dan Rajin Melakukannya

Nampaknya banyak diantara para wanita yang belum mengerti tentang hal-hal apa saja yangg dilarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Mungkin ada yang sudah mengetahuinya, namun masih ada yang menganggapnya sepele dan akhirnya larangan Allah ini pun diterjang oleh mereka.

Terkadang mereka yang sudah berjilbab secara syar’i pun masih melakukannya. Padahal, perbuatan ini bukan hanya diharamkan oleh Allah, namun juga diancam dengan ancaman yang mengerikan. Sebuah laknat yang kadarnya disamakan dengan zina.

Larangan itu ialah : memakai parfum ketika keluar rumah. Apalagi jika tujuannya agar aroma parfum tersebut tercium oleh lelaki yang bukan suaminya.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)

Terkadang, ketika diingatkan agar tidak menggunakan parfum saat keluar rumah, umumnya wanita akan berdalih dengan beberapa alasan seperti berikut.

“Daripada bau tidak sedap”,

“Agar tidak mengganggu orang lain dengan bau keringat”, dan alasan lain yang tetap saja bila dilakukan akan mengundang laknat Allah dan rasul-Nya.

Lalu bagaimana solusinya agar alasan-alasan itu terselesaikan tanpa melanggar larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA –pakar fikih dari Surabaya- merekomendasikan, wanita yang ingin menjaga badan agar tidak bau, saat ini bisa menggunakan media-media selain parfum yang menimbulkan bau wangi.

Ada yang berupa penghilang bau badan, ada yang berupa penghilang bau mulut. Namun tetap tidak boleh yang berupa parfum atau wangi-wangian ketika keluar rumah.

Semoga jadi pelajaran buat para wanita muslimah.

Wallahu a’lam bish shawab.

MASIH HAID Atau Sudah SELESAI? INILAH Cara Pasti Menentukan HAID Telah Tuntas dan Bersih... | Merasa Bermanfaat ? Silahkan Bagikan

MASIH HAID Atau Sudah SELESAI? INILAH Cara Pasti Menentukan HAID Telah Tuntas dan Bersih... | Merasa Bermanfaat ? Silahkan Bagikan
MASIH HAID Atau Sudah SELESAI? INILAH Cara Pasti Menentukan HAID Telah Tuntas dan Bersih... | Merasa Bermanfaat ? Silahkan Bagikan

Pernah nggak merasa sudah berhenti haid lalu mandi besar, eh setelah mandi dan sholat kok cairan keluar lagi. Nah, sebenarnya ini haid atau cairan lain?

Sebenarnya bagaimana sih cara pasti menentukan berakhirnya masa haid? Karena terkadang ketika seorang wanita yakin bahwa haidnya telah selesai lalu dia shalat, ternyata darah atau lendir/flek coklat kembali keluar; maka apa yang wajib dia lakukan dalam kondisi ini?

Mengutip Wanita shalihah, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam masalah ini,

Pertama, ketika wanita mengalami haid, tanda sucinya adalah berhentinya darah. Baik darah haidnya sedikit maupun banyak.

Mayoritas ulama berpendapat masa haid minimal adalah sehari-semalam dan maksimal 15 hari.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berpendapat bahwa tidak ada batasan minimal maupun maksimal untuk masa haid, namun jika muncul darah yang ciri khasnya seperti yangdiketahui (sebagai darah haid) maka itulah masa haid, baik sedikit maupun banyak.

Beliau mengatakan,

“Allah mengaitkan banyak hukum yang berlaku ketika haid. Dan Allah tidak memberikan batasan. Baik batasan minimal dan maksimal. Tidak pula batas hari suci antara dua masa haid. Padahal itu menyeluruh di masyarakat dan mereka butuh penjelasan batasan itu”.”

Beliau melanjutkan,

“Di antara ulama, ada yang menetapkan batas masa haid maksimal dan minimal. Namun mereka berbeda pendapat tentang berapa rincian batas tersebut. Ada pula ulama yang memberi batas maksimal masa haid, namun tidak memberi batas minimal masa haid. Ulama lain berpendapat – dan inilah pendapat yang benar – bahwa tidak ada batas minimal dan tidak ada batas maksimal masa haid.” (Majmu’ Fatawa, 19:237)

Kedua, ada darah yang disebut istihadhah.

Cirinya berbeda dengan darah haid. Hukumnya pun berbeda dengan darah haid. Darah istihadhah bisa dibedakan dengan darah haid melalui empat hal:

1.) Warna: darah haid berwarna merah gelap, sedangkan darah istihadhah berwarna merah segar (merah darah).

2.) Kekentalan: darah haid lebih kental, sedangkan darah istihadhah lebih encer.

3.) Bau: darah haid berbau amis, sedangkan darah istihadhah tidak amis karena dia adalah darah yang mengalir di pembuluh darah.

4.) Kering/tidak: Darah haid tidak mengering jika telah keluar, sedangkan darah istihadhah akan mengering karena dia adalah darah dari pembuluh.

Jika seorang wanita mengalami haid, dia tidak boleh shalat. Akan tetapi, bila dia mengalami istihadhah, dia tetap wajib shalat; dia cukup membersihkan darah istihadhah tersebut (misalnya mengganti pembalut atau pakaian yang terkena darah istihadhah, pen.) dan berwudhu setiap hendak shalat, jika darah istihadhah tersebut tetap keluar ketika waktu shalat berikutnya tiba.

Meskipun darah tersebut keluar selama mengerjakan shalat, tidaklah membatalkannya.

Pada dasarnya setiap darah yang keluar dari farji adalah darah haid kecuali bila darah yang keluar terus menerus hampir selama satu bulan penuh — dan ini adalah penadapat Syaikhul Islam. Atau darah yang keluar lebih dari 15 hari — dan ini adalah pendapat jumhur ulama. Maka tatkala itu disebut sebagai istihadhah.

Ketiga, wanita bisa mengenali berhentinya haid melalui salah satu di antara dua cara:

1. Telah keluar cairan putih, yaitu cairan berwarna putih yang keluar dari rahim sebagai tanda telah selesainya masa haid (darah haid telah berhenti).

2. Keringnya farji (sama sekali tidak ada lagi darah yang keluar), (tanda ini bisa digunakan) bila wanita tersebut tidak memiliki kebiasaan keluar cairan putih.

Contoh caranya, dia meletakkan kapas pada farjinya. Jika kapas itu tetap bersih, artinya dia telah suci. Dengan demikian, dia wajib mandi suci dan mengerjakan shalat (ketika waktu shalat fardhu tiba). Namun jika di kapas ada bekas merah, kuning (keruh), atau coklat, maka janganlah dia shalat dulu, (karena itu artinya dia masih dalam masa haid).

Ada beberapa wanita pernah diutus untuk menemui Aisyah untuk bertanya.  Mereka membawa kapas. Pada kapas itu ada warna kuning. Kemudian Aisyah berkata,

“Jangan terburu-buru (suci) sampai kamu melihat al-qasshah al-baidha’.” (HR. Bukhari secara mu’allaq. Juga diriwayatkan oleh Malik, no. 130)

Al-qasshah al-baidha’ bisa maknanya cairan putih sebagai penanda berhentinya haid. Bisa juga maknanya kapas masih terlihat putih, setelah digunakan untuk memeriksa jalan keluar darah haid.

Jika muncul lagi cairan kuning atau cairan keruh setelah dia suci maka cairan susulan tersebut tidak perlu dihiraukan. Dia tidak boleh meninggalkan shalat dan dia tidak perlu mandi suci lagi, karena dia tidak wajib mengulangi mandi suci lagi dan dia juga tidak dalam keadaan junub. 

Dalilnya adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah radhiyallahu ‘anha,

“Kami tidak menghiraukan cairan kuning atau cairan keruh yang keluar setelah masa suci.” (HR. Abu Daud, no. 307; Bukhari, no. 320  namun Bukhari tidak menyebut lafal “setelah masa suci”)

Jika cairan keruh atau cairan kuning itu keluar bersambung dengan darah haid (yaitu keluar setelah darah merah) maka berarti wanita tersebut masih dalam masa haid.

Keempat, jika wanita tersebut yakin bahwa dia telah suci kemudian darah keluar lagi (artinya, yang keluar itu adalah darah berwarna merah, bukan sekadar cairan kuning atau cairan keruh, pen.) maka darah itu dihukumi sebagai darah haid, selama darah kedua tersebut tidak keluar selama sebulan.

Wallahu a’lam.

Tak ada Makanan Selezat Masakan IBU, Ternyata ini Rahasianya... Setuju ? Bagikan ke yang lain...

Tak ada Makanan Selezat Msakan IBU, Ternyata ini Rahasianya... Setuju ? Bagikan ke yang lain...
Tak ada Makanan Selezat Msakan IBU, Ternyata ini Rahasianya... Setuju ? Bagikan ke yang lain...

Entah dari mana asalnya, sangat sering kita mendengar ungkapan, “seenak-enaknya makanan di restoran berbintang, atau di pesta-pesta pernikahan yang megah, atau bahkan dibandingkan dengan kuliner tersohor dari luar negeri sekalipun, makanan negeri sendiri tetap lebih enak”.

Dan pernyataan itu lebih dipersempit lagi dengan, ”makanan di kampung halaman tetap lebih sedap”, lalu masih dikerucutkan lagi menjadi, ”masakan ibu di rumah tetap paling nikmat “.

Saat aku masih kecil dulu, ibu selalu memasak sendiri makanan bagi kami sekeluarga.  Ibu bukan ahli masak apalagi jago masak sekelas chef di restoran ternama.

Kemampuan masak Ibu biasa saja, cuma bisa masak makanan standar, semacam sayur bayam, sayur asem, sayur lodeh, soto, ayam goreng, ikan goreng, nasi goreng, ya standar makanan yang biasa tersaji di meja makan orang Indonesia pada umumnya.

Tidak ada bumbu istimewa dalam masakan ibu. Racikan bumbu masakannya sama saja seperti racikan orang lain. Tapi rasanya itu istimewa banget!

Setidaknya itu menurutku, kakak-adik, dan yang Ayah rasakan.

Rasa masakan ibu saya itu gimana ya. Perpaduan antara sedep, khas, nikmat, enak, dan ini yang aneh: kangen.

Jadi bingung, mana ada rasa kangen dalam makanan? Tapi memang benar, ada rasa kangen dalam makanan, ya masakan ibuku.

Susah bila disuruh menjelaskannya. Pokoknya, kurang lebih rasa yang selalu menimbulkan rasa ingin mencoba lagi dan lagi. Rasa yang selalu menimbulkan rasa ingin pulang.

Saat kuperhatikan ibu masak, lebih tidak istimewa lagi. Ibu melakukan segalanya serba cepat, maklum anaknya banyak, jadi segala sesuatunya harus dijkerjakan secepat kilat.

Masak sayur bayam saja, bukannya daun bayam dipetik setangkai demi setangkai. Tapi segenggam sekaligus, diseleksi mana yg tua dan berserat, dipetik dengan asal, dan selesai sudah 10 ikat bayam dipetik rapi.

Apalagi bumbunya, jangan ditanya. Dirajang, diblender, semuanya serba cepat. Begitu pun bumbu-bumbu yang lain, garam, gula dan lainya, ditumpahkan begitu saja tanpa takaran, hanya menggunakan perasaan sepertinya. Apa ini namanya perasaan cinta ibu untuk kami?

Dan hasilnya, haduh, sayur bayam ternikmat dan terlezat sedunia! Perpaduan kelembutan daun bayam, manisnya jagung muda, segarnya kuah, tak ada duanya!

Sungguh rasa masakan ibu di rumah jauh lebih nikmat daripada rasa masakan hasil racikan ahli masak di restoran manapun.

Yang tidak logis lagi adalah, ketika ibu ceplok telor kegosongan, goreng ikan masih bau amis, dan lainnya. Kenapa rasanya masih saja lebih sedap dari pada makan di restoran yang kokinya begitu terkenal.

Sekarang aku tahu jawabannya. Ini bukan semata-mata masalah rasa, namun masalah hati, masalah kedekatan emosi, masalah suasana rumah yang penuh dengan kehangatan, yang mampu membangkitkan selera makan yang luar biasa, yang melebihi selera makan di hotel berbintang.

Suasana makan berkumpul bersama keluarga, sungguh tak tergantikan. Makanan apapun yang disajikan, sesederhana apapun menunya, selalu habis, licin tandas, hanya menyisakan rasa lega dan bahagia sang Ibu, karena hasil olahannya diterima dengan antusias oleh orang-orang tercintanya. Habis pupus semua rasa lelah, semua keringat yang deras mengucur selama berkutat di dapur.

Bukan hanya aku seorang rupanya yang selalu merindukan masakan ibunda tercinta. Merindukan sajiannya yang istimewa dalam kesederhanaan, yang luar biasa lezat dalam keterbatasan.

Teman-teman pun, mengaku memiliki perasaan yang sama, selalu rindu masakan rumah, yang diracik dengan tangan-tangan yang digerakkan oleh rasa sayang kepada belahan jiwanya.

INILAH 4 Ciri Wanita Yang Tertipu Rayuan

INILAH 4 Ciri Wanita Yang Tertipu Rayuan
INILAH 4 Ciri Wanita Yang Tertipu Rayuan

NAUGHTY, dalam bahasa Indonesia memiliki arti nakal. Nughty Men berati ’lelaki nakal’. Selain itu nakal juga memiliki arti yang luas. Baik nakal secara sifat atau perbuatan.

Di zaman ini, khusunya wanita, harus berhati-hati dengan badai fitnah yang berhembus ke arahnya. Bukan tidak mungkin, wanita yang selalu menggunakan perasaan sebagai alat ukur utamanya. Bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan tujuannya.

Jadi, sangatlah penting bagi para wanita untuk menjaga diri dan perasaaannya, dengan cara memperhatikan adab dalam bergaul khususnya, dengan lawan jenis. Adapun ciri-ciri wanita yang terlanjur masuk dalam jebakan ‘Naughty Men’, sebagai berikut:

1. Menunjukkan sifat manja
Sifat manja pada Wanita merupakan hal yang wajar. Namun akan menjadi tidak awajar jika disalurkan pada orang yang tidak tepat. Karena bisa menimbulkan hal yang buruk , baik bagi wanita tersebut. Tipe wanita seperti ini, biasanya gampang untuk di jadikan sebagai target para pria ‘Naughty’. Sebab, dari sifat manjanya memperlihatkan kepada pria seakan-akan ia sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian extra. Dari situ lah nantinya, pria memainkan trik jitu dalam berbicara atau hal lainnya untuk membuat wanita menjadi terlena.

2. Hanya Mencari kesenangan
Untuk wanita yang tidak serius dan hanya ingin bersenang-senang biasanya terlihat dari sifatnya yang mudah keluar masuk di kehidupan dunia asmara, dilihat dari karakternya yang menunjukkan ketidak seriusan dalam hubungan dapat di prediksi bawah wanita tersebut gampang sekali tertipu.

3. Mudah di rayu
Wanita yang gampang sekali tergoda oleh gombalan lelaki sangat mudah tertipu. Setiap sanjungan dan pujian yang di lontarkan para lelaki dengan mudahnya ia cerna seperti sebuah keseriusan. Pada awalnya ia menunjukkan rasa cuek namun ia merasa gembira dalam hatinya atas gombalan lelaki tadi. Wanita dengan karakter seperti ini adalah wanita yang mudah tertipu.

4. Wanita centil
Wanita centil merupakan target yang paling dicari pria memainkan kata-kata gombalnya. Nah, kebanyakan wanita dengan tipe demikian mudah sekali untuk terperangkap kata-kata yang bisa membuatnya masuk ke dalam permainan pria. itulah sebabnya centil merupakan ciri-ciri wanita yang mudah tertipu.



Sumber: Lebihtau.com 

Senjata Ampuh Mengusir HUTANG,,, Adakah?

Senjata Ampuh Mengusir HUTANG,,, Adakah?
Senjata Ampuh Mengusir HUTANG,,, Adakah?

ADAKAH yang sedang kebingungan untuk melunasi utang? Biasanya akan terpikir untuk berutang lagi ke sana-sini untuk menutupi utang tersebut, atau menjual barang ini-itu yang penting utang tertutup.

Selama utang belum terlunasi, hidup sehari-hari jadi terasa tak tenang, ibadah jadi terpikir terus utang, benarkah demikian?

Alhamdulillah jika kita masih merasa gelisah atas utang yang membebani, karena itu menandakan kita memiliki kesungguhan untuk bertanggung jawab melunasi utang tersebut.

Ya, senjata pamungkas tersebut adalah bertawakal pada Allah.

Banyak orang yang berusaha segala jurus dan cara untuk menunjukkan kesungguhan usahanya, namun lupa menutupnya dengan tawakal pada Allah.

Indikasinya mudah terlihat, yakni ketika kita bisa merasa tetap tenang dan hati terasa damai karena yakin bahwa Allah akan menunjukkan jalan, itu berarti kita sudah bertawakal. Sedangkan kalau kita masih gelisah, resah, grasah-grusuh padahal sudah menempuh banyak usaha, artinya kita belum menggunakan senjata pamungkas tawakal ini.

Mengapa tawakal merupakan senjata pamungkas yang bisa kita gunakan untuk melunasi utang? Tentu saja karena hanya dengan sikap tawakal, Allah akan memberi pertolonganNya pada kita.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal,” ( QS. Ali Imran : 160).

Pertanyaannya, sudahkah kita ikhtiar dengan optimal dalam melunasi utang? Jika sudah, maka tutuplah dengan sifat tawakal, insyallah pertolonganNya akan segera datang. Wallaahualam.


Sumber: Ummi