![]() |
| Add captionWahai Anak Perempuanku, Jagalah 10 Perkara Ini Agar Keluargamu Selalu Bahagia | Share Yuk !! Muslim Berdakwah |
Suatu hari Amamah bin Harits berpesan kepada anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya:
Wahai anak perempuanku! Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu
keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat
merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang
berakal.
Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap
suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua
kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua
itu.
Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai
diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku!
Jagalah sepuluh perkara ini.
Pertama dan kedua: Perlakuan dengan sifat qana’ah dan
mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah
terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.
Ketiga dan keempat: Buatlah janji dihadapannya dan
beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu,
dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.
Kelima dan keenam: Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah
ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan
gangguan tidur menjengkelkan.
Ketujuh dan kedelapan: Jagalah harta dan keluarganya.
Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang
bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.
Kesembilan dan kesepuluh: Jangan engkau sebarluaskan
rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau
menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya.
Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya.
Bahwasanya keagungan baginya yang paling besar adalah kemuliaan yang
engkau persembahkan untuknya, dan kedamaian yang paling besar baginya
adalah perlakuanmu yang paling baik.
Ketahuilah, bahwasanya engkau tidak merasakan hal tersebut, sehingga
engkau mempengaruhi keinginannya terhadap keinginanmu dan keridhaannya
terhadap keridhaanmu (baik terhadap hal yang engkau sukai atau yang
engkau benci). Jauhilah menampakkan kebahagiaan dihadapannya jika ia
sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.
Sumber: islampos.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar